Jakarta — Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, tidak hanya mengguncang ruang publik, tetapi juga menggugah keprihatinan banyak kalangan, termasuk para tokoh rohani. Insiden yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat tersebut kembali mengingatkan bahwa perjuangan menegakkan keadilan sering kali dihadapkan pada berbagai bentuk tekanan dan ancaman.
Serangan tersebut terjadi setelah Andrie Yunus mengikuti kegiatan rekaman podcast di kawasan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saat meninggalkan lokasi dengan sepeda motor, korban diduga dipepet oleh orang tak dikenal yang kemudian menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah tubuhnya.
Akibat kejadian tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh, terutama pada wajah, dada, serta kedua tangan. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Menanggapi peristiwa tersebut, Koordinator LSM Gerakan Rakyat untuk Keadilan (GERAK), Kefas Hervin Devananda yang dikenal sebagai Romo Kefas, menyampaikan keprihatinan mendalam. Selain sebagai aktivis sosial, Romo Kefas juga dikenal sebagai salah satu rohaniawan dalam Sinode Gereja Pantekosta Isa Almasih Indonesia (GPIAI).
Saat dihubungi melalui saluran WhatsApp pada Jumat malam, 13 Maret 2026, Romo Kefas menyatakan bahwa kekerasan terhadap siapa pun, terlebih terhadap mereka yang memperjuangkan nilai keadilan, merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan iman.
“Dalam iman Kristen, kebenaran dan keadilan adalah bagian dari panggilan hidup. Kekerasan tidak pernah menjadi jalan yang benar untuk membungkam suara yang memperjuangkan kebenaran,” ujar Romo Kefas.
Ia menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi bangsa bahwa kehidupan demokrasi membutuhkan keberanian moral serta komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan.
Menurut Romo Kefas, negara melalui aparat penegak hukum harus menunjukkan keseriusan dalam mengungkap kasus tersebut agar keadilan dapat ditegakkan dan rasa aman masyarakat tetap terjaga.
“Penegakan hukum yang jujur dan transparan sangat penting agar masyarakat melihat bahwa keadilan tidak dikalahkan oleh ketakutan ataupun intimidasi,” katanya.
Sebagai rohaniawan, Romo Kefas juga mengajak umat untuk mendoakan kesembuhan bagi Andrie Yunus serta memohon agar Tuhan memberikan hikmat kepada para penegak hukum dalam menangani kasus tersebut.
Ia menegaskan bahwa gereja dan masyarakat beriman tidak boleh tinggal diam ketika nilai kemanusiaan dilukai oleh tindakan kekerasan.
“Iman harus hadir di tengah kehidupan, membela kebenaran, menguatkan yang lemah, dan menolak segala bentuk kekerasan yang merendahkan martabat manusia,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Informasi awal menyebutkan adanya dua orang yang diduga sebagai pelaku dan terekam oleh kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini pun menjadi panggilan bagi masyarakat untuk tetap menjaga nilai kasih, keadilan, dan kemanusiaan, sehingga ruang kehidupan bersama tetap dipenuhi semangat damai dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
APM
Editor: Tim


