HIDUP SEIMBANG
“Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.”
Ayub 3:25-26
Memancing amarah seseorang memang mudah, tetapi meredam amarah bukanlah perkara yang sederhana. Berbicara jauh lebih mudah daripada melakukannya. Nasihat dapat diucapkan dengan ringan, namun menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sering kali menjadi tantangan yang paling berat.
Terjatuh dalam godaan dunia terasa begitu mudah dan bahkan tampak menyenangkan. Namun memahami tujuan hidup yang sesungguhnya, menjalani proses pertumbuhan rohani, dan tetap setia pada jalan Tuhan membutuhkan perjuangan, kesabaran, dan ketekunan.
Mencari kesalahan orang lain juga jauh lebih mudah daripada mengakui kesalahan diri sendiri. Kita begitu cepat menilai orang lain, tetapi sering kali lambat melakukan introspeksi terhadap hati dan kehidupan kita sendiri.
Karena itu, marilah kita belajar membangun hidup yang seimbang, agar pergolakan batin tidak terus menguasai hati dan pikiran kita. Bedakanlah antara apa yang kita lihat dan dengar dengan apa yang perlu kita renungkan dan pertimbangkan dengan hati yang bijaksana.
Percayalah bahwa Tuhan telah mengaruniakan hati nurani dan akal budi agar berjalan selaras. Ketika hati dipenuhi kasih dan pikiran dipimpin oleh hikmat Tuhan, maka setiap keputusan yang kita ambil akan menghasilkan buah yang baik.
Kurangilah kata-kata yang lahir dari dendam, dan perbanyaklah perkataan yang mengandung kasih.
Kurangilah kata-kata yang mengejek, dan perbanyaklah ucapan yang menghargai.
Kurangilah perkataan yang melemahkan, dan perbanyaklah kata-kata yang menguatkan.
Kurangilah ucapan yang menolak, dan perbanyaklah perhatian kepada sesama.
Kurangilah kritik yang menjatuhkan, dan perbanyaklah perkataan yang membangun.
Kurangilah kata-kata yang sia-sia, dan perbanyaklah ucapan yang memberi inspirasi.
Kurangilah perkataan yang kasar, dan perbanyaklah kelemahlembutan dalam setiap tutur kata.
Ingatlah bahwa mulut memiliki kuasa yang besar. Dengan perkataan kita dapat membangun kehidupan seseorang, tetapi dengan perkataan pula kita dapat menghancurkan hati orang lain.
Apa yang kita ucapkan bukan hanya memengaruhi orang lain, tetapi juga membentuk arah kehidupan kita sendiri. Kata-kata yang kita taburkan hari ini sering kali menjadi benih yang akan kita tuai di kemudian hari.
Karena itu, jagalah hati, pikiran, dan perkataan kita agar selalu menjadi saluran kasih, damai sejahtera, dan pengharapan bagi sesama.
“Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”
Yakobus 2:24
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”
Matius 12:36-37
Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya. STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi, dan pelipatgandaan ilahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel


