HARGAI WAKTU
Waktu adalah jalan yang membawa manusia menuju tujuan hidupnya.
Tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan waktu.
Ia terus berjalan, terus bergerak, dan tidak pernah kembali.
Karena itu, manusia bukan penentu waktu—manusia hanya diberi kesempatan untuk menggunakan waktu yang Tuhan percayakan selama hidupnya.
Maka gunakanlah setiap hari dengan sebaik-baiknya.
Jangan terlalu sibuk melihat ke belakang.
Jangan terlalu terpengaruh oleh suara kanan dan kiri.
Fokuslah melangkah ke depan, menjalani hidup dengan benar, dan mengisi waktu dengan perbuatan baik.
Sebab hidup ini tidak ada yang abadi.
Semua akan berlalu pada waktunya.
Apa yang hari ini kita genggam, suatu saat harus kita lepaskan.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup manusia seperti angin dan bunga di padang—sementara dan singkat.
Karena itu, jangan habiskan hidup hanya untuk hal-hal yang sia-sia.
Belajarlah menggunakan waktu:
- untuk bersyukur
- untuk mengampuni
- untuk menolong sesama
- untuk memperbaiki diri
- dan untuk semakin dekat kepada Tuhan
Tuhan memberikan kepada kita 86.400 detik setiap hari.
Sudahkah kita memakai sebagian dari waktu itu untuk berterima kasih kepada-Nya?
Sudahkah kita memakai sebagian waktu itu untuk menjadi berkat bagi orang lain?
Waktu memang terus berjalan, tetapi nilai hidup kita ditentukan oleh bagaimana kita mengisinya.
Karena itu:
Jangan menunda kebaikan.
Jangan menunda kasih.
Jangan menunda pertobatan.
Jangan menunda untuk menjadi lebih baik.
SETIAP DETIK ITU BERHARGA.
JANGAN DISIA-SIAKAN.
“Ada juga manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang yang berbunga; apabila angin meniupnya, maka tidak ada lagi ia di sana, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”
Mazmur 103:15–16
Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel


