Filadelfianews.com – Sangat mudah berkata, “Puji Tuhan! Haleluya!” ketika segala sesuatu berjalan baik. Mudah untuk percaya saat kita berada di puncak kehidupan, menikmati berkat demi berkat.
Namun, bagaimana saat kita berada di lembah yang gelap?
Saat tekanan datang, saat masalah mengelilingi, saat seolah tidak ada jalan keluar?
Di saat seperti itulah iman kita benar-benar diuji.
Salah satu senjata terbesar yang sering melemahkan manusia adalah rasa takut.
Rasa takut membuat kita ingin berhenti berjuang, mundur, dan kembali ke zona nyaman.
Ketakutan berusaha memadamkan keberanian.
Karena itu, dalam perjalanan iman, kita perlu peka terhadap suara-suara yang melemahkan semangat. Kita perlu mengenali mana yang membangun, dan mana yang justru menjatuhkan.
Kunci kekuatan ada pada penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
Seperti di Getsemani—tempat di mana kehendak manusia tunduk kepada kehendak Tuhan.
“Tuhan, bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu yang jadi.”
Di situlah kekuatan sejati lahir.
“Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.”
Mazmur 121:3
Jangan takut untuk terus melangkah.
Jangan menyerah dalam perjuangan hidup.
Jangan berpikir untuk mundur.
Karena kita tidak berjalan sendiri.
Ada tangan Tuhan yang memegang, menuntun, dan membawa kita kepada kemenangan.
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Yesaya 41:10
Selamat berkarya dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Abah Daniel








