Filadelfianews.com
Mulut bisa berkata dusta.
Lidah bisa mengutuk.
Kalimat bisa mengecoh.
Senyuman bisa palsu.
Tindakan bisa menipu.
Pikiran bisa menjebak.
Tangan bisa kotor.
Bahkan mata pun bisa menyimpan makna yang tersembunyi.
Manusia memang sangat ahli memainkan perannya—bisa tampak sangat baik, atau sebaliknya sangat jahat dalam perjalanan hidupnya. Namun pada akhirnya, semua kembali kepada hati.
Hanya hati yang benar-benar mengetahui alasan di balik setiap tindakan. Kita mungkin bisa melihat dan menilai, bahkan mengingatkan, tetapi keputusan tetap berada pada pilihan masing-masing.
Dalam hidup ini, ada banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan: Kita tidak bisa menghentikan hujan, atau menutup terik matahari dengan awan—tetapi kita bisa menggunakan payung.
Kita tidak bisa mengubah arah angin—tetapi kita bisa mengatur layar agar tetap melaju.
Kita tidak bisa mencabut semua duri di sepanjang jalan—tetapi kita bisa memakai alas kaki yang melindungi.
Kita tidak bisa menutup mulut semua orang—tetapi kita bisa belajar untuk diam dan tidak terpengaruh.
Artinya, kita tidak perlu memaksakan diri untuk mengubah keadaan, apalagi mengubah orang lain. Yang paling penting adalah mengubah hati kita sendiri.
Jika hati kita berubah, maka cara kita melihat dan menjalani hidup juga akan berubah.
Jika hati kita menjadi baik, maka ucapan dan tindakan kita pun akan menjadi baik.
Kita tidak perlu memaksa orang lain untuk berubah. Biarlah perubahan itu dimulai dari diri kita sendiri. Ketika kita menjadi baik, orang di sekitar kita akan melihatnya, dan sangat mungkin mereka pun akan ikut berubah.
SEGALA SESUATU AKAN MENJADI BAIK
SAAT KITA MEMULAINYA DARI HATI—
HATI YANG MEMILIKI KOMITMEN UNTUK TERUS MENJADI LEBIH BAIK SETIAP HARI.
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
Amsal 4:23
Selamat sejahtera, dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel


