YANG HILANG MEMBUKA YANG LEBIH BESAR

Spread the love

(rt / rgy)

Dalam hidup, ada kehilangan yang tidak pernah kita rencanakan.

Pekerjaan yang tiba-tiba pergi.
Orang yang kita kasihi dipanggil lebih dulu.
Atau harta yang hilang karena dikhianati.

Dan di titik itu, kita bertanya:
“Kenapa harus ini?”
“Kenapa harus dengan cara seperti ini?”

Kehilangan terasa seperti akhir.
Seolah hidup sedang dirampas, bukan diarahkan.


Seorang petani merawat kebun anggurnya dengan penuh kasih.
Ada satu pohon yang paling subur—daunnya lebat, cabangnya panjang, terlihat paling “hidup”.

Namun suatu hari, petani itu memangkasnya.
Bahkan cabang terbaiknya ikut dipotong.

Dari luar, pohon itu tampak kehilangan.
Seperti dirusak.

Jika ia bisa berbicara, mungkin ia akan berkata:
“Kenapa yang terbaik justru diambil?”

Namun ketika musim berbuah tiba,
justru pohon itu menghasilkan buah paling banyak—
lebih besar, lebih manis, lebih berkualitas.

Ternyata, pemangkasan bukan untuk menghancurkan,
melainkan untuk memaksimalkan.


Hidup kita sering berjalan dengan cara yang sama.

Ada yang diambil.
Ada yang dilepaskan.
Ada yang hilang tanpa penjelasan.

Kadang lewat pengkhianatan.
Kadang lewat kegagalan.
Kadang lewat cara yang terasa tidak adil.

Dan yang paling menyakitkan bukan hanya kehilangannya,
tetapi luka yang tertinggal.


Namun ada satu kebenaran yang tidak berubah:

Yeshua tidak pernah bekerja tanpa tujuan.

Apa yang hilang dari hidup kita
tidak pernah di luar kendali-Nya.

Bahkan yang tampak tidak adil sekalipun,
tidak pernah sia-sia.

Karena tidak semua yang terlihat baik
benar-benar membawa kita kepada tujuan terbaik.

Ada yang harus dipangkas,
supaya hidup kita tidak hanya “terlihat hidup”…
tetapi benar-benar berbuah.


Proses itu memang tidak nyaman.

Kehilangan itu nyata.
Luka itu dalam.
Pertanyaan itu banyak.

Namun Yeshua tahu batas kita.
Ia tahu apa yang perlu dilepas.
Dan Ia tahu apa yang sedang Ia siapkan.


Jika hari ini kamu sedang kehilangan sesuatu…

Jangan langsung menganggap semuanya selesai.

Bisa jadi, justru di situlah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Apa yang hilang hari ini
sedang membuka ruang
untuk sesuatu yang belum pernah kamu bayangkan.


Yang hilang bukan akhir.
Itu pintu.

Pintu menuju hidup yang lebih dalam,
lebih kuat,
dan lebih berbuah.


Doa:

Bapa YHWH,
ketika aku kehilangan dan tidak mengerti jalan-Mu,
ajar aku untuk tetap percaya.

Sembuhkan hatiku dari luka dan kekecewaan,
dan beri aku iman untuk melihat
bahwa Engkau sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar.

Dalam nama Yeshua,
Amin.


About The Author

  • Related Posts

    KETANGGUHAN

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfiaNews.com Kata “tangguh” atau dalam bahasa Inggris tough berarti kuat, kokoh, dan berintegritas. Dalam kehidupan, ketangguhan dan sikap pantang menyerah adalah kunci yang sangat penting untuk bertahan dan…

    BELAJAR MENGAKUI SALAH

    Spread the love

    Spread the loveBELAJAR MENGAKUI SALAH Banyak orang merasa sangat sulit untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat. Lebih mudah menyalahkan keadaan, situasi, bahkan orang lain. Ada pula yang berusaha menutupi kesalahan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Pangkostrad Pimpin Sertijab, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

    Pangkostrad Pimpin Sertijab, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

    Dari Teori ke Praktik, Taruna Akmil Uji Kemampuan di Yonbekang 2 Kostrad

    Dari Teori ke Praktik, Taruna Akmil Uji Kemampuan di Yonbekang 2 Kostrad

    Renang Militer Jadi Ujian Fisik, Kostrad Perkuat Profesionalisme Prajurit

    Renang Militer Jadi Ujian Fisik, Kostrad Perkuat Profesionalisme Prajurit

    Air Bersih Jadi Prioritas, Satgas Kostrad Lakukan Aksi Lingkungan di Perbatasan

    Air Bersih Jadi Prioritas, Satgas Kostrad Lakukan Aksi Lingkungan di Perbatasan

    Yonarmed 12 Kostrad Gelar Aksi Kesehatan, Dari Bubur Bergizi hingga Pemeriksaan Warga

    Yonarmed 12 Kostrad Gelar Aksi Kesehatan, Dari Bubur Bergizi hingga Pemeriksaan Warga

    Menjaga Nafas Demokrasi di Tengah Riuhnya Kepentingan

    Menjaga Nafas Demokrasi di Tengah Riuhnya Kepentingan