KERJA KERAS DAN KERJA CERDAS

Spread the love

Filadelfianews.com – Joni dan Eddy sama-sama diterima di sebuah perusahaan distribusi pangan sebagai salesman. Keduanya dikenal sebagai pekerja keras. Waktu pun berlalu, dan setelah beberapa tahun, Pak Chandra selaku direktur perusahaan mengangkat Eddy menjadi Sales Supervisor, sementara Joni tetap berada di posisi salesman.

Suatu hari, Joni mengajukan pengunduran diri kepada Pak Chandra. Ia merasa perusahaan tidak menghargai kerja keras, dan beranggapan bahwa hanya orang yang pandai “mendekatkan diri” kepada atasan yang bisa naik jabatan.

Pak Chandra memahami bahwa Joni memang pekerja keras. Namun untuk menjelaskan perbedaan antara Joni dan Eddy, tidak cukup hanya dengan kata-kata. Maka ia memberikan sebuah tugas sederhana.

“Jon, tolong cari seorang pedagang semangka di pasar dekat kantor.”

Tak lama kemudian Joni kembali.

“Sudah kau temukan, Jon?”
“Sudah, Pak.”
“Berapa harga semangkanya?”

Joni pun kembali ke pasar untuk menanyakan harga, lalu kembali melapor:
“Rp10.000 per kilogram, Pak.”

Kemudian Pak Chandra memberikan tugas yang sama kepada Eddy.

Eddy pergi ke pasar, lalu kembali dengan laporan yang jauh lebih lengkap:
“Di pasar hanya ada satu pedagang semangka. Harga Rp10.000 per kilogram, tetapi jika membeli 100 kilogram, harganya menjadi Rp8.000 per kilogram. Stoknya ada 324 buah, dengan 32 buah dipajang di etalase. Semangka tersebut didatangkan dari Indramayu dua hari yang lalu, warnanya hijau segar, dagingnya merah jingga, dan kualitasnya sangat baik.”

Joni terdiam. Ia menyadari perbedaan yang selama ini tidak ia pahami. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri, melainkan belajar untuk bekerja dengan lebih cerdas seperti Eddy.

Dari kisah ini kita belajar bahwa bekerja keras saja tidak cukup. Orang yang berhasil tidak hanya bekerja lebih keras, tetapi juga:

  • berpikir lebih dalam,
  • mencari informasi lebih lengkap,
  • dan memahami situasi dengan lebih menyeluruh.

Orang yang sukses juga melihat jauh ke depan, bukan hanya memikirkan hari esok, tetapi mempersiapkan masa depan.

Perbedaan antara satu hari dan satu tahun adalah 365 kali lipat.
Pertanyaannya: bagaimana kita mau menang, jika cara berpikir kita tidak berkembang?

Semoga kisah ini menjadi inspirasi untuk kita semua agar tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja dengan cerdas.

“Tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.”
Amsal 19:2

Selamat berkarya dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.

Abah Daniel

About The Author

  • Related Posts

    IBADAH YANG TIDAK PERCUMA

    Spread the love

    Spread the love(rt / rgy) “Mengapa banyak orang rajin beribadah… tapi hidupnya tidak berubah?” Ini pertanyaan yang sering muncul, bahkan mungkin kita sendiri pernah mengalaminya. Firman dalam Matius 15:9 dan…

    Jangan Menuduh Tuhan dari Satu Hari yang Buruk

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfiaNews.com Saya pernah ada di titik ini— satu hari kacau, lalu diam-diam mulai menyalahkan Tuhan. Tidak diucapkan keras, tapi terasa dalam hati: “Tuhan, kenapa hidup saya begini?” Padahal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    KERJA KERAS DAN KERJA CERDAS

    KERJA KERAS DAN KERJA CERDAS

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!