Kenaikan Kristus di GPIAI “Filadelfia” Bogor Jadi Momentum Persatuan Lintas Budaya
BOGOR — Perayaan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja Pentekosta Isa Almasih Indonesia (GPIAI) “Filadelfia” Bogor menghadirkan suasana yang sarat makna kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman, Kamis (14/5/2026). Jemaat dari berbagai wilayah pelayanan memadati ruang ibadah dengan mengenakan pakaian adat Nusantara serta mempersembahkan puji-pujian dalam beragam bahasa daerah.
Ibadah yang berlangsung di Perum Graha Indah, Jalan Cendana I Blok BD No. 6-7, Bogor itu dipimpin oleh Pdt. Dr. Leo Francisco, M.Th., M.Mis., M.Pd. Sejak pagi, jemaat dari Kota Bogor, Tonjong, Cikaret, hingga Gunung Putri hadir mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh antusias.
Pemandangan berbeda terlihat ketika jemaat mengenakan busana tradisional Jawa, Sunda, Batak, Dayak Kalimantan, Tionghoa, dan sejumlah pakaian adat lainnya. Kehadiran ragam budaya tersebut menciptakan suasana ibadah yang hangat sekaligus mencerminkan wajah Indonesia yang majemuk.
Tidak hanya melalui busana, nuansa keberagaman juga tampak dalam persembahan pujian dan penyembahan. Lagu-lagu rohani dibawakan dalam berbagai bahasa daerah seperti Sunda, Batak, Jawa, hingga Tionghoa, yang membuat jalannya ibadah terasa lebih hidup dan penuh kekeluargaan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Leo Francisco menyampaikan firman Tuhan yang terambil dari 1 Timotius 3:16 tentang kemuliaan Kristus yang datang ke dunia dan diangkat dalam kemuliaan.
“Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”
Melalui pesan tersebut, jemaat diajak memahami bahwa kenaikan Yesus Kristus menjadi bukti kemenangan dan kemuliaan Tuhan yang membawa pengharapan bagi seluruh bangsa tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Menurut panitia pelaksana, konsep keberagaman budaya dalam ibadah sengaja dihadirkan untuk memperlihatkan bahwa gereja adalah rumah bagi semua suku dan etnis.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan budaya bukan penghalang untuk bersatu dalam kasih Tuhan. Justru keberagaman menjadi kekuatan dalam tubuh Kristus,” ujar salah satu panitia.
Selain menjadi perayaan iman, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan antarjemaat lintas wilayah pelayanan dan lintas budaya. Sepanjang ibadah berlangsung, suasana penuh sukacita dan semangat persaudaraan tampak begitu terasa di tengah jemaat.
Saat berita ini dipublikasikan, rangkaian perayaan Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di GPIAI “Filadelfia” Bogor masih berlangsung dengan tertib dan penuh semangat pujian.
