filadelfiaNews.com
Bacaan: Yohanes 19:16–27
Kalau hari ini kamu melihat seseorang disalib,
apa yang terlintas di pikiranmu?
Pasti: kalah.
Hancur.
Tidak berdaya.
Dan itulah yang dilihat dunia saat Yesus disalibkan.
Seorang yang disebut Raja—
tidak punya mahkota,
tidak punya pasukan,
tidak punya kuasa untuk melawan.
Yang ada hanya:
duri, darah, dan hinaan.
Dunia Melihat Kekalahan. Surga Melihat Kemenangan.
Di mata manusia, salib adalah akhir.
Di mata Tuhan, salib adalah awal.
Awal dari pengampunan.
Awal dari pemulihan.
Awal dari harapan bagi manusia yang hancur.
Yesus tidak “gagal” di salib.
Ia menyelesaikan misi-Nya.
Masalah Kita: Kita Takut Terlihat “Kalah”
Kita hidup di era yang menuntut untuk selalu terlihat berhasil.
Harus kuat.
Harus menang.
Harus di atas.
Makanya kita takut:
takut gagal,
takut dipermalukan,
takut dianggap tidak berhasil.
Tapi salib berkata sesuatu yang berbeda:
tidak semua yang terlihat kalah, benar-benar kalah.
Kadang justru di titik terendah,
Tuhan sedang mengerjakan hal terbesar.
Yesus Tidak Turun—Bukan Karena Tidak Bisa
Banyak orang mengejek:
“Kalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!”
Tapi Yesus tidak turun.
Bukan karena Ia tidak mampu—
tetapi karena Ia memilih tetap tinggal.
Kenapa?
Karena kalau Ia turun,
kita yang tidak akan pernah bisa bangkit.
Kemenangan yang Tidak Berisik
Tidak ada sorak-sorai di Golgota.
Tidak ada tepuk tangan.
Tidak ada perayaan.
Yang ada hanya sunyi… dan penderitaan.
Tapi justru di situ,
Tuhan sedang melakukan karya terbesar dalam sejarah manusia.
Kadang Tuhan juga bekerja seperti itu dalam hidup kita:
diam, tidak terlihat, tapi sangat menentukan.
Untuk Kamu yang Sedang Merasa “Di Bawah”
Mungkin hari ini kamu merasa:
hidupmu tidak seperti yang kamu harapkan.
Usahamu belum berhasil.
Doamu belum terjawab.
Rasanya seperti kalah.
Tapi ingat ini:
Yesus pun pernah ada di titik yang terlihat paling “kalah”—
dan justru di situlah kemenangan terbesar terjadi.
Kalimat Viral (Highlight):
Apa yang terlihat seperti akhir dalam hidupmu, bisa jadi itu adalah cara Tuhan memulai sesuatu yang besar.
Penutup
Jangan buru-buru menyebut hidupmu gagal.
Jangan cepat menyerah saat keadaan terlihat buruk.
Karena salib sudah membuktikan:
Tuhan bisa mengubah momen paling gelap
menjadi kemenangan paling terang.
Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.


