Bekasi — Di tengah proses pemulihan korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, suasana RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/04/2026) terasa berbeda. Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membawa nuansa tenang bagi pasien dan keluarga yang masih diliputi kecemasan.
Presiden tiba pada pagi hari dan langsung menuju ruang perawatan tanpa banyak seremoni. Ia menyempatkan diri melihat kondisi korban satu per satu serta berbincang dengan tenaga medis yang menangani mereka.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa perhatian langsung dari pemerintah pusat memberikan dampak positif, khususnya bagi korban yang masih dalam perawatan.
Suasana Ruang Perawatan
Di dalam ruang perawatan, sejumlah korban masih menjalani observasi medis. Beberapa pasien yang mengalami luka serius mendapatkan penanganan intensif, sementara lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Kehadiran Presiden menjadi momen yang memberi semangat tambahan, tidak hanya bagi pasien tetapi juga keluarga yang setia menunggu di sekitar ruang perawatan.
Penanganan Masih Berlanjut
Proses penanganan korban terus berjalan dengan melibatkan berbagai fasilitas kesehatan di Bekasi. Distribusi pasien dilakukan agar setiap rumah sakit dapat memberikan layanan secara maksimal.
Data sementara mencatat 14 korban meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Perhatian pada Keluarga Korban
Selain fokus pada pasien, perhatian juga diberikan kepada keluarga korban. Pendampingan terus dilakukan untuk membantu mereka menghadapi situasi yang tidak mudah ini.
Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan korban dan keluarga tetap menjadi prioritas dalam penanganan pascakejadian.
Harapan Pemulihan
Kunjungan Presiden menjadi simbol dukungan di tengah masa sulit. Di balik duka yang masih terasa, ada harapan bahwa seluruh korban dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan seperti semula.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi








