Ketika Dunia Terlihat Penuh, Mengapa Hati Tetap Kosong?

Spread the love

FiladelfiaNews.com
Bacaan: Mazmur 16

Ada ironi besar di zaman ini: semakin banyak yang kita miliki, semakin sulit kita merasa cukup. Dunia tidak pernah kehabisan cara untuk membuat hidup terlihat menarik—tempat baru, tren baru, pencapaian baru. Namun, di balik semua itu, ada kelelahan yang tidak selalu terlihat. Banyak orang tampak “hidup penuh”, tetapi sebenarnya hanya sedang berusaha menutupi kekosongan yang tidak tersentuh.

Masalahnya bukan karena dunia kurang menawarkan, justru karena terlalu banyak yang ditawarkan. Kita diseret dari satu keinginan ke keinginan lain tanpa pernah benar-benar berhenti untuk bertanya: apakah semua ini benar-benar mengisi jiwa?

Mazmur 16 membawa kita pada sudut pandang yang jauh lebih jujur dan mendalam. Daud tidak menolak realitas hidup—ia tahu ada ancaman, ketidakpastian, bahkan penderitaan. Namun ia menemukan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh dunia: kepastian dalam Tuhan.

“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan…”

Di sini, kehidupan bukan sekadar bertahan hidup atau menikmati hidup. Ini tentang arah. Tentang siapa yang memimpin perjalanan kita. Dunia memberi banyak pilihan, tetapi tidak selalu memberi tujuan. Tuhan tidak hanya memberi arah—Dia sendiri adalah pusat dari arah itu.

“Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah…”

Sukacita yang dimaksud bukanlah sensasi emosional yang bergantung pada keadaan. Ini adalah kondisi batin yang lahir dari relasi. Artinya, seseorang bisa tetap memiliki sukacita bahkan ketika hidupnya tidak sempurna. Karena sumbernya bukan situasi, melainkan hadirat Tuhan.

Inilah yang sering disalahpahami: kita mengejar pengalaman, padahal yang kita butuhkan adalah kehadiran. Kita mengejar perubahan luar, tetapi mengabaikan pembaruan di dalam.

“Di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”

Dunia bekerja dengan prinsip sementara: tren berubah, selera berubah, bahkan hubungan bisa berubah. Tetapi Tuhan bekerja dengan prinsip kekal. Apa yang Ia berikan tidak bergantung pada musim hidup kita.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi “apa lagi yang harus saya capai supaya bahagia?”, tetapi “apakah saya sudah berjalan dekat dengan Tuhan?”

Kehampaan bukan tanda kita kurang memiliki, tetapi tanda kita salah sumber. Kita bisa memiliki banyak hal, tetapi tetap merasa kurang—karena jiwa tidak diciptakan untuk dipuaskan oleh hal-hal sementara.

Mazmur 16 mengajak kita menata ulang definisi hidup. Bahwa hidup yang berarti bukanlah hidup yang paling terlihat, tetapi hidup yang paling terhubung—terhubung dengan Tuhan.

Dan di situlah letak rahasianya: bukan pada seberapa ramai hidup kita di luar,
tetapi seberapa dalam kita berjalan bersama Tuhan di dalam.

Gemerlap dunia bisa menghibur sesaat,
tetapi hanya Tuhan yang memberi hidup yang utuh dan penuh makna.

Ev. Kefas Hervin Devananda SH, S.Th., M.Pd.K

About The Author

  • Related Posts

    Keadilan Allah Tidak Pernah Gagal Bekerja

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com Hakim-hakim 9:50–57 Ada satu ilusi yang sering dipercaya manusia: bahwa kejahatan bisa bertahan jika dilakukan dengan cukup rapi, cukup kuat, atau cukup lama. Namun Alkitab menyatakan sebaliknya:…

    Ketika Orang Paling Jahat Pun Masih Dicari Tuhan

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com 2 Tawarikh 33:1–20 Ada satu kesalahan besar yang sering kita lakukan tanpa sadar: kita mengelompokkan manusia menjadi “layak diselamatkan” dan “sudah terlalu rusak.” Dan biasanya… kita merasa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Melayani dengan Kasih: Persiapan Kesehatan Atlet Porprov Jadi Wujud Tanggung Jawab dan Kepedulian

    Melayani dengan Kasih: Persiapan Kesehatan Atlet Porprov Jadi Wujud Tanggung Jawab dan Kepedulian

    MAKNA HIDUP

    MAKNA HIDUP

    Ketika Dunia Terlihat Penuh, Mengapa Hati Tetap Kosong?

    Ketika Dunia Terlihat Penuh, Mengapa Hati Tetap Kosong?

    Hentak! CFD Bekasi Meledak oleh Tari Kolosal, Ronggeng Nyentrik Jadi Magnet Utama

    Hentak! CFD Bekasi Meledak oleh Tari Kolosal, Ronggeng Nyentrik Jadi Magnet Utama

    Ledakan Energi di CFD Bekasi! Ribuan Penari Kolosal Hidupkan Hari Tari Sedunia

    Ledakan Energi di CFD Bekasi! Ribuan Penari Kolosal Hidupkan Hari Tari Sedunia

    Riuh di Permukaan, Makna di Dalam: Lebaran Bekasi II Jadi Titik Temu Warga dan Amanah Baru

    Riuh di Permukaan, Makna di Dalam: Lebaran Bekasi II Jadi Titik Temu Warga dan Amanah Baru